Modric Akhiri Kutukan 2 Dekade Warisan Luis Figo

Info Real Madrid – Luis Figo adalah legenda Real Madrid pemilik nomor punggung 10 yang selama ini menjadi keramat di Real Madrid yang bertahan hampir 2 dekade.

Semenjak sepeninggal Luis Figo, nomor punggung 10 ini seolah tidak menemui tuan yang sebenarnya. Nomor 10 memang di anggap keramat semenjak Figo pergi.

Bacaan Lainnya

Luis Figo bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2000, Transfernya dianggap rekor sekaligus pengkhianatan dari mantan klubnya, Barcelona.

Bersama Real Madrid, Figo berhasil membuktikan diri sebagai salah satu pemain terhebat, memenangi tiga gelar LaLiga dan satu gelar Liga Champions.

Figo kemudian hengkang ke Inter Milan sebelum dia pensiun pada 2009. Kepergian Figo dari Real Madrid menjadi awal kutukan nomor punggung 10 di Real Madrid.

Nama-nama seperti Robinho, Wesley Sneijder dan Lassana Diarra semuanya gagal memberikan pengaruh yang besar terhadap aura kostum tersebut.

Tiga nama tersebut tak mampu memberikan kontribusi lebih dengan memakai jersey keramat itu, bahkan Robinho yang di sebut-sebut titisan Pele, tak mampu berbuat banyak untuk klub.

Nomor 10 sempat menjadi milik Mesut Ozil di Real Madrid, dia datang tahun 2010 dan mencicipi kesuksesan di Santiago Bernabeu.

Kedatangan Ozil sempat memunculkan harapan, akan tetapi masa baktinya di Bernabeu hanya sebentar, sebelum akhinya dia pergi ke Arsenal.

Setelah Ozil pergi, nomor 10 itu menemui tuan barunya, adalah James Rodriguez yang datang tahun 2014 bermain cukup baik di awal-awal bergabungnya dengan Madrid.

Di bawah asuhan Ancelotti periode pertama, James bermain cukup menjanjikan, memberikan tontonan yang memikat publik bernabeu.

James juga rajin mencetak gol untuk Real Madrid, bahkan gol-gol yang dia ciptakan bisa di bilang gol berkelas, karena dia di nilai punya kelebihan dari pendahulunya sebagai pemilik nomor 10,

Tetapi, sejak kedatangan Zidane, dia mulai terpinggirkan dari skuad utama Real madrid, hingga akhinya dia di pinjamkan ke Bayern Munchen tahun 2017.

Akhinya, Di dalam penguasaan Luka Modric, kutukan nomor 10 seolah-olah berakhir. Pasalnya, gelandang asal Kroasia itu mampu mematahkan dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi untuk memenangkan Ballon d’Or 2018.

Meski usia nya telah mencapai 36 tahun, posisi Modric di musim ini belum bisa tergantikan dalam pasangan trisula lini tengah Real Madrid bersama Casemiro dan Kroos.

Dalam pertandingan Liga Champions musim ini saat melawan Inter, dia terpilih sebagai Man of The Match.

Saya merasa sangat baik. Saya seharusnya tidak melihat usia saya dan hanya fokus pada penampilan saya dan apa yang saya lakukan di lapangan,” kata Modric di situs resmi klub.

Usia tidak menjadi masalah seiring berjalannya waktu karena pemain dapat memperpanjang karier mereka. Saya merasa belum mencapai 30,” kata Modric.

Kini, dalam penguasaan Luka Modric, kutukan nomor 10 Luis Figo telah berakhir. Modric juga masih bagian terpenting untuk klub meski di usia yang tak muda lagi.

Pos terkait